Rabu, 23 April 2008

ANEKA INFORMASI ANTHURIUM

Anthurium adalah tanaman hias tropis, memiliki daya tarik tinggi sebagai penghias ruangan, karena bentuk daun dan bunganya yang indah, Anthurium yang berdaun indah adalah asli Indonesia, sedangkan yang untuk bunga potong berasal dari Eropa.

Di Indonesia tidak kurang terdapat 7 jenis anthurium, yaitu

* Anthurium cyrstalinum(kuping gajah),
* Anthurium pedatoradiatum (wali songo),
* Anthurium andreanum,
* Anthurium rafidooa,
* Anthurium hibridum (lidah gajah),
* Anthurium makrolobum dan
* Anthurium scherzerianum.

Perbanyakan

Anthurium dapat diperbanyak dengan 2 cara, yaitu generatif (biji) dan vegetatif (stek). Tahap pertama, dapat diperbanyak dengan cara generatif (biji). Tanaman anthurium memiliki 2 macam bunga yaitu bunga jantandan bunga betina. Bunga jantan ditandai oleh adanya benang sari, sedangkan bunga betina ditandai oleh adanya lendir. Biji diperoleh dengan menyilangkan bunga jantan dan bunga betina.

Dengan menggunakan jentik, bunga sari diambil dan dioleskan sampai rata di bagian lendir pada bunga betina. Sekitar 2 bulan kemudian, bunga yang dihasilkan sudah masak, di dalamnya terdapat banyak biji anthurium. Biji-biji tersebut dikupas, dicuci sampai bersih dan diangin-anginkan, kemudian di tabur pada medium tanah halus. Persemaian ditempatkan pada kondisi lembab dan selalu disiram.Tahap kedua yaitu dengan cara vegetatif (stek). yang mempunyai 2 cara masing-masing cara vegetatif, yaitu stek batang dan stek mata tunas. Untuk cara stek batang adalah memotong bagian atas tanaman (batang) dengan menyertakan 1 - 3 akar, bagian atas tanaman ‘yang telah di potong kemudian ditanam, pada medium tumbuh yang telah disiapkan. Sebaliknya perbanyakan dengan mata tunas adalah mengambil satu mata pada cabang, kemudian menanam mata tunas pada medium tumbuh yang telah disiapkan.

Media Tumbuh

Berdasarkan kegunaannya, medium tumbuh dibagi menjadi 2 macam, yaitu medium tumbuh untuk persemaian dan untuk tanaman dewasa. Medium tumbuh terdiri dari campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali. Humus atau tanah hutan dan pupuk kandang yang sudah jadi di ayak dengan ukuran ayakan 1 cm, sedangkan pasir kali di ayak dengan ukuran ayakan 3 mm.Humus, pupuk kandang dan pasir kali yang telah di ayak, dicampur dengan perbandingan 5 : 5 : 2. Untuk persemaian, medium tumbuh perlu disterilkan dengan cara mengukus selama satu jam.

Penyiapan Pot

Untuk menanam bunga anthurium, dapat digunakan pot tanah, pot plastik atau pot straso. Pot yang paling baik adalah pot tanah karena memiliki banyak pori-pori yang dapat meresap udara dari luar pot. Apabila digunakan pot yang masih baru, pot perlu direndam dalam air selama 10 menit. Bagian bawah pot diberi pecahan genting/pot yang melengkung, kemudian di atasnya diberi pecahan batu merah setebal 1/4 tinggi pot. Medium tumbuh berupa campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali dimasukkan dalam pot.

Pemeliharaan

Tentang pemeliharaan menurut Kamila, cara pemeliharaan Anthurium tak jauh berbeda dengan tanaman hias lain. Tapi, untuk pertumbuhan cepat anthurium, dibutuhkan media tanaman dengan menggunakan oplosan pakis dan pupuk kandang dengan perbandingan 4 : 1: 4 untuk pakis dan 1 untuk pupuk kandang. Pemupukan juga dilakukan secara rutin, dengan tenggang waktu yang lama yakni setiap 3 bulan. Tujuannya agar tanaman tidak cepat tinggi, tapi daun-daunnya yang semakin melebar, besar dan kuat.

*DIKUTIP DR BERBAGAI SUMBER